Rabu, 07 Desember 2011

manfaat organisasi


Di banyak buku management dan leadership sering  dikupas mengenai bagaimana kepemimpinan dapat dilatih dari awal dengan cara aktif di organisasi. Dengan berorganisasi, kita berlatih bagaimana cara membentuk dan menggerakan sebuah komunitas yang terdiri atas individu-individu berbagai tipe, beranekaragam latar belakang dan pola pikir.
Yang penting juga kita bisa membiasakan diri untuk menyampaikan ide-ide secara verbal di depan orang banyak, sekaligus juga melakukan negosiasi, menjadi motivator  bagi tim dan menyakinkan orang lain agar mendukung ide kita dalam melakukan suatu perubahan.
Dan hebatnya dalam organisasi semuanya dilakukan dengan sukarela, beda dengan perusahaan yang ada kaitannya dengan remunerasi. Secara teori kalau anda sukses menggerakkan organisasi harusnya pekerjaan memimpin perusahaan menjadi hal mudah.
Saya sangat merasakan manfaat dari berorganisasi. Sejak masih sekolah (walaupun awalnya karena terpaksa) saya aktif di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Dan minat berorganisasi ini terus saya bawa hingga kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), antara lain dengan aktif di Liga Film Mahasiswa.
Kepada adik-adik yang masih sekolah atau kuliah, kalau memiliki cita-cita ingin memimpin suatu organisasi yang besar atau menjadi CEO (Dirut) persiapkan diri Anda mulai sekarang.
Usahakan terlibat dalam organisasi sekolah atau kampus, intra sekolah maupun eksternal. Karena lewat organisasi, banyak hal yang bisa diperoleh, yang belum  tentu kita dapatkan di bangku kuliah seperti mengorganisir suatu kepanitian, membangun jejaring, mencari dana, bersosiliasi dengan masyarakat dan lain sebagainya.
Tidak jarang siswa/mahasiswa yang berprestasi di bidang akademik mengalami kendala ketika harus berkomunikasi menyampaikan ide-ide yang ada dalam pikirannya. Apalagi kalau harus berhadapan dengan khalayak ramai. Banyak yang tiba-tiba menjadi bungkam seribu bahasa. Dan hal ini mestinya tidak perlu terjadi jika mereka terbiasa berhadapan dengan publik, yaitu dengan melatih diri melalui organisasi.
Coba Anda bayangkan, kalau Anda mulai bekerja, tiba-tiba ditunjuk memimpin suatu rapat, tanpa bekal pengalaman organisasi yang cukup, bisa jadi akan berkeringat dingin. Boro-boro jadi CEO, jadi managerpun bakal dipertanyakan. Bagaimana caranya Anda akan memanage karyawan kalau komunikasi mandeg. Berbeda dengan orang yang terbiasa aktif di organisasi, ini adalah hal biasa dan tidak perlu ditakuti.
Jadi mulai sekarang asahlah kemampuan kepimpinan Anda melalui organisasi. Namun  tentunya juga harus diseimbangkan dengan kegiatan akademik, sehingga anda akan memiliki peluang lebih dalam meraih kesuksesan di masa depan. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar